Semarang.Indonesia setiap tahunnya menghabiskan kira-kira tiga ratus juta dollar Amerika untuk membayar lisesni propiretary. Mulai dari sistem operasi sampai aplikasi perkantoran. Belum lagi jika ditambah dengan aplikasi berbayar lainnya. Begitu banyak dana yang dihabiskan untuk sesuatu yang mestinya dapat diperoleh dengan biaya lebih murah. Pilihan open source perangkat lunak teknologi memungkinkan untuk itu. Open source tersedia untuk berbagai kebutuhan termasuk untuk pengamankan jaringan. Seminar nasional mengamankan jaringan nirkabel berbasis open source Selasa, 3 November 2009 yang diadakan oleh Magister Sistem Informasi Pascasarjana Universitas Diponegoro Semarang, menghadirkan narasumber tunggal Dr Onno W Purbo didampingi moderator Adian Fatchur Rochim, ST, MT. Pembukaan seminar dilakukan oleh pidato singkat Prof Drs Mustafid M.Eng, Ph.D selaku ketua Program Magister Sistem Informasi Universitas Diponegoro.

gjjg

ljlj







Sabtu (10/10), Sungguh pengalaman yang berharga, pada hari ini Komunitas KPLI Solo berkesempatan untuk mengunjungi salah satu LPK ternama di kota Solo, ALFABANK. Berkunjung tidak untuk mendaftarkan diri ikutan salah satu program unggulan yang ditawarkan, tetapi dalam rangka sosialisasi Open Source dan Linux. Hadir pada acara ini; Hendri Destiwanto yang saat ini menduduki kursi ketua/presiden, mas Arif Rohman dan temannya, mas Agus Wibisono; Wahyu Ari dan temannya; Ullie; Nenden dan juga Siti “Iyem” Fatma yang mewakili KLUWEK Solo.