SISTEM TEKNOLOGI INFORMASI KEMASYARAKATAN BERBASIS SOFTWARE OPEN SOURCE


SISTEM TEKNOLOGI INFORMASI KEMASYARAKATAN BERBASIS SOFTWARE OPEN SOURCE

A.  TEKNOLOGI INFORMASI KEMASYARAKATAN BERBASIS SOFTWARE OPEN SOURCE

Ihwal sistem teknologi informasi adalah mahakarya dari hasil rekayasa manusia terhadap proses penyampaian informasi dari bagian pengirim ke penerima yang diharapkan bahwa proses pengiriman informasi tersebut lebih cepat, lebih luas selebarannya, dan lebih lama penyimpanannya.

Informasi adalah sebuah kebutuhan manusia, sebuah nilai sosial dari hubungan relasi manusia sebagai mahkluk sosial individu. Manusia berada dalam sebuah komunitas yang tidak terlepas dari sebuah siklus komunikasi dan informasi.

Para penikmat teknologi informasi makin bertambah dari masa ke masa. Pergerakan waktu bagian dari dinamisasi yang mempengaruhi masa biaya yang dibutuhkan untuk menyediakan teknologi informasi dan komunikasi. Manajemen perilaku dapat dilakukan dengan mengoptimalkan biaya pengadaan teknologi tersebut.  Struktur masyarakat Indonesia yang beraneka ragam dan Indonesia adalah negara berkembang menjadi landasan pacu dinamisasi perubahan pola hidup. Perubahan pola hidup modern akan selalu terkait dengan teknologi, terlebih teknologi informasi akan mempercepat perubahan atau dinamisasi kehidupan masyarakat Indonesia. Penerapan teknologi informasi bukanlah suatu formulasi yang mengaitkan dengan faktor tingkat ekonomi masyarakat. Teknologi informasi adalah sebuah hak yang dimiliki oleh setiap masyarakat.

Teknologi informasi untuk masyarakat Indonesia sangat diperlukan demi terciptanya kemandirian bangsa dan mendukung proses tercapainya demokrasi bangsa.

Masyarakat Indonesia sangat beraneka ragam dan terdiri dari berbagai pelosok, sehingga harus didukung dengan infrastruktur demi tercapainya teknologi informasi yang memadai bagi masyarakat Indonesia dengan mengindahkan optimalisasi biaya. Masyarakat sebagai pengguna dan penikmat teknologi informasi saat ini telah meningkat dan merambah hingga sudut-sudut propinsi. Hal ini tidak lain adalah bagian dari modernisasi bangsa.

Pemanfaatan teknologi informasi dikembangkan seiring dengan perkembangan perangkat lunak dan perangkat keras. Pada hal ini lebih menitik beratkan pada pengembangan perangkat lunak (software). Manfaat dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi adalah terciptanya perbaikan kualitas kehidupan. Peningkatan kualitas hidup semakin menuntut manusia untuk melakukan berbagai aktifitas yang dibutuhkan dengan mengoptimalkan sumber daya yang dimilikinya. Teknologi Informasi dan Komunikasi yang perkembangannya begitu cepat secara tidak langsung mengharuskan manusia untuk menggunakannya dalam segala aktivitasnya. Beberapa penerapan dari Teknologi Informasi dan Komunikasi antara lain dalam perusahaan, dunia bisnis, sektor perbankan, pendidikan, dan kesehatan.

Mengingat begitu pentingnya teknologi informasi untuk masyrakat, dimana penikmat informasi terdiri dari berbagai kalangan masyarakat dengan background yang berbeda, maka solusi untuk penangan ini dengan menggunakan teknologi informasi menggunakan software-software open source.

Software open source atau biasa disebut dengan Free/open source software (FOSS) adalah semua perangkat lunak bebas atau perangkat lunak kode terbuka, tapi sebaliknya perangkat lunak sumber terbuka belum tentu perangkat lunak bebas, tergantung kaidah yang dipakai dalam melisensikan perangkat lunak sumber terbuka tersebut.  Beberapa keuntungan yang diperoleh dari software-software berbasis open source adalah kemudahan dalam mendapatknannya tidak membutuhkan biaya yang mahal, dapat dikembangkan sesuai dengan keinginan pengguna, memberikan banyak ilmu secara gratis.

Teknologi informasi dengan memanfaatkan software-software open source tentunya memberikan dampak positif terhadap masyarakat pengguna. Dampak positif selain dari aspek mendapatkannya mudah juga masyarakat dapat melakukan pengembangan software sesuai dengan tingkat kebutuhan.

Beberapa definisi open source yang diekmukan dari Open Source initiative (OSI) adalah sebagai berikut:

  1. Bebas biaya distribusi termasuk pemasaran dan penggunaan komponen tanpa dipungut biaya.
  2. Source code tersedia dalam bentuk yang dapat dibaca.
  3. Turunan kerja atau pekerjaan lanjutan harus dimintakan ijin dari lisensi yang asli.
  4. Integritas penulis source code.
  5. Tidak ada diskriminasi yang bertentangan dalam group ataupun perorangan.
  6. Tidak diskriminasi yang bertentangan dalam persaingan percobaan.
  7. Lisensi ditribusi.
  8. Lisensi tidak spesifik untuk sebuah produk.
  9. Lisensi tidak membatasi software yang linnya.

10.  Lisensi harus netral terhadap teknologi tertentu.

B. PENGGUNA TEKNOLOGI INFORMASI

Para pengguna teknologi informasi dan komunikasi adalah masyarakat luas yang terdiri dari berbagai suku, budaya, latar belakang kehidupan, tingkat perekonomian dan pendidikan yang berbeda.

Pengunaan teknologi informasi dimanfaatkan dalam berbagai kehidupan. Para pengguna ini terdiri dari berbagai bidang keahlian. Bidang keahlian diantaranya sebagai berikut:

  1. Administrasi
  2. Pemrogaman
  3. Desain grafis
  4. Financial dan accounting
  5. Desain produk
  6. Jaringan (routing)
  7. Riset dan pendidikan
  8. Bisnis
  9. Video

10.  Science

11.  Telephone VOIP

12.  Model dan simulasi

Domain pada berbagai bidang keahlian tersebut diaplikasikan pada berbagai jenis instansi baik swasta, pemerintahan, organisasi, perusahaan baik skala SMEs (Small Medium Enterprise size) yang sering disebut UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) hingga perusahaan makro.

Dalam menjalankan semua jenis software-software terssebut harus didukung dengan operating system (OS) yang mendukung dengan menggunakan Linux. Linux ini mempunyai beberapa distro yang compatible dengan berbagai jenis aplikasi. Beberapa distro yang dimiliki diantaranya sebagai berikut:

  1. Ubuntu
  2. Opensuse
  3. Madriva

Masyarakat yang memanfaatkan dan menggunakan teknologi open source dapat mengurangi pembajakan software. Selama ini Indonesia dikenal sebagai negara pembajak Hak Intelektual, sehingga dengan ini dapat mengurangi pamor tersebut. Dan tentunya masyarakat dapat mengembangkan software sesuai dengan kebutuhan.

Pengguna software opensource ini mendapatkan kemudahan, hal ini disebabkan karena software open source dapat digunakan dan digandakan oleh siapapun, dimodifikasi sesuai keperluan pengembang, disewakan bahkan diperjualbelikan tanpa harus membayar lisensi kepada pembuat software. Namun untuk training dan pelatihan harus mengeluarkan biaya.

C.  APLIKASI TEKNOLOGI INFORMASI MENGGUNAKAN SOFTWARE OPENSOURCE

Aplikasi teknologi software berbasis open source sangat memberikan kemudahan bagi para user (pengguna). Para user sebagai pemakai juga dapat mengembangkan software open source. Hal ini disebabkan pada jenis software-software open source memiliki source code yang dapat diakses oleh para pengguna untuk mengembangkannya.

Beberapa bidang keahlian diatas menggunakan software-software open source, dan beberapa diantaranya software-software open source sebagai berikut ini:

No Bidang kerja Jenis software yang digunakan
1 Administrai (perkantoran) Open Office
2 Matematika Scilab
3 Fisika
4 Kimia
5 Geograpi
6 Perbankan
7 Bisnis
8 Keuangan
9 Desain graphis
10 Elektronika
11 Biologi
12 Operational riset
13 Industri
14 Jaringan dan internet
15 Pemrogaman

D.  ALASAN IMPLEMENTASI SOFTWARE OPEN SOURCE

Implementasi software open source disebabkan beberapa hal yaitu:

  1. Lisensi gratis
  2. Kemudahan mendapatkan software
  3. Biaya murah
  4. Dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan pengguna
  5. Dapat dinikmati berbagai kalangan masyarakat
  6. Menumbuhkan kreativitas dan kemandirian bangsa.
  1. PELAKSANAAN SOSIALISASI KEPADA MASYARAKAT

Untuk memperkenalkan software-software open source, maka perlu diperkenalkan kepada masyarakat dalam berbagai bidang, institusi, kelompok organisasi, perusahaan, dan pemerintah.

Masyarakat sebagai pengguna dan mungkin nantinya sekaligus sebagai pengembang, maka perlu diadakan sosialisasi atau pengenalan terhadap software-software open source. Sosialisasi ini dapat dilakukan melalui media institusi pendidikan sebagai pengguna sekaligus pengembang. Selain itu institusi pemerintahan sebagai pengguna dan percontohan.

Sosialisai software open source melalui institusi meliputi:

  1. Pendidikan
  2. Departemen pemerintahan
  3. Perusahaan BUMN/Swasta
  4. PROSES PELAKSANAAN

One thought on “SISTEM TEKNOLOGI INFORMASI KEMASYARAKATAN BERBASIS SOFTWARE OPEN SOURCE

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s