ANGGARAN DASAR KELOMPOK PENGGUNA LINUX INDONESIA – SOLO (KPLI – SOLO)


ANGGARAN DASAR

KELOMPOK PENGGUNA LINUX INDONESIA – SOLO

(KPLI – SOLO)

MUKADIMAH

Bahwa Linux merupakan sistem operasi komputer varian Unix yang memiliki kemampuan yang lengkap dan stabil serta dapat diperoleh secara gratis (Free), tapi bukan murahan. Bahwa Linux telah banyak digunakan oleh para pemakai komputer di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Bahwa dengan mendesaknya agenda utama kegiatan yang perlu dilaksanakan dengan segera oleh Kelompok Pengguna Linux (Linux User Group) untuk memasyarakatkan dan meningkatkan kemampuan pengguna Linux di Indonesia, khususnya di wilayah Solo dan sekitarnya guna mendukung kemajuan dan perkembangan industri TI di Indonesia, maka didirikanlah Kelompok Pengguna Linux Indonesia – Solo.

BAB I

NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN

Pasal 1

Nama

Organisasi ini bernama Kelompok Pengguna Linux Indonesia – singkat, disingkat KPLI-Solo, dengan sebutan dalam bahasa Inggris: Linux User Group – Indonesia – solo, disingkat LUG-ID-solo.

KPLI-Solo didirikan di Surakarta pada bulan 30 Oktober 2008 untuk jangka waktu yang tidak ditentukan oleh para pengguna GNU/Linux di wilayah Solo dan sekitarnya.

Pasal 2

Tempat Kedudukan

KPLI-Solo berkedudukan di wilayah Solo dan sekitarnya.

BAB II

MAKSUD DAN TUJUAN

Pasal 3

Maksud

KPLI-Solo adalah organisasi yg mewadahi pengguna GNU/Linux di Solo. KPLI-Solo bermaksud menciptakan pertumbuhan sains dan teknologi melalui iklim keterbukaan Teknologi Infomasi dengan memanfaatkan GNU/Linux sebagai upaya penyediaan SDM yg bertaqwa, berkualitas, beretika untuk mewujudkan kondisi yang saling melengkapi dan bersinergi dalam memanfaatkan, menyebarluaskan, meningkatkan kemampuan dan memberikan support pengguna, serta mengembangkan GNU/Linux di Indonesia.

Pasal 4

Tujuan

1.  Sosialisasi GNU/Linux.

2. Mengembangkan dan menekankan pemanfaatan GNU/Linux dalam bidang Research  Education.

3. Mengembangkan GNU/Linux sebagai salah satu solusi yang murah, legal, dan bermanfaat bagi Masyarakat.

4. Turut membantu usaha-usaha dalam merubah cara manusia Indonesia dalam memandang teknologi, dari sebagai pengguna teknologi menjadi pencipta teknologi.

BAB III

FUNGSI DAN KEGIATAN

Pasal 5

Fungsi

KPLI-Solo merupakan organisasi profesi nirlaba yang berfungsi sebagai forum komunikasi dan konsultansi untuk meningkatkan kemampuan, saling pengertian dan kerja sama di antara pengguna GNU/Linux di Indonesia.

Pasal 6

Kegiatan

Kegiatan KPLI-Solo adalah:

1. Memelihara dan meningkatkan hubungan kerja sama, saling pengertian, mengembangkan wawasan dan meningkatkan kemampuan dalam penggunaan GNU/Linux bagi para anggotanya.

2.  Menghimpun pemikiran dan pandangan pengguna GNU/Linux di Indonesia dan menyampaikan kepada masyarakat dan pemerintah untuk kemajuan Bangsa Indonesia.

3.   Berperan serta untuk membina, meningkatkan dan memelihara hubungan kerja sama organisasi, lembaga-lembaga profesional dan perorangan di bidang teknologi informasi dalam arti seluas-luasnya, baik di dalam maupun di luar negeri.

BAB IV

KEANGGOTAAN

Pasal 7

Anggota

Anggota adalah sesorang Warga Negara Indonesia, yang berdomisili disolo dan  Pelajar/Mahasiswa solo yang mempunyai minat dalam penggunaan GNU/Linux dan menyatakan dirinya menjadi Anggota KPLI-Solo.

Pasal 8

Tata Cara Menjadi Anggota

Calon Anggota yang berminta menjadi Anggota sebagaimana dimaksud pada Pasal 7 Anggaran Dasar ini wajib mengajukan permohonan menjadi Anggota KPLI-Solo kepada Pengurus. Keanggotaan KPLI-Solo disahkan oleh Pengurus. Penerimaan Anggota KPLI-Solo dilaporkan dan dipertanggungjawabkan oleh Pengurus kepada Rapat Anggota.

Pasal 9

Hak dan Kewajiban Anggota

Anggota KPLI-Solo mempunyai hak-hak sebagai berikut:

1. Bicara (menyampaiakan usul atau pendapat) dan Suara (dalam pengambilan suara bila terjadi voting).

2.  Memilih dan Dipilih menjadi Pengurus KPLI-Solo.

3. Mengikuti seluruh kegiatan organisasi dan memiliki kedudukan yang sama dalam organisasi.

4. Memperoleh atau meminta bantuan dan bimbingan dalam kegiatannya di bidang penggunaan GNU/Linux dalam arti seluas-luasnya dari KPLI.

Anggota KPLI-Solo berkewajiban:

1.  Menjunjung tinggi nama baik, etika dan martabat KPLI-Solo.

2.  Mentaati segala ketentuan dalam Anggaran Dasar KPLI-Solo dan ketentuan-ketentuan lain yang berlaku.

3.   Melaksanakan keputusan-keputusan Rapat Anggota.

Pasal 10

Keanggotaan Berakhir

Keanggotaan KPLI-Solo berakhir bila:

1.  Atas permintaan Anggota sendiri.

2. Diberhentikan oleh Rapat Pengurus karena tidak memenuhi kewajiban sebagimana dimaksud Pasal 9 Ayat 2 Anggaran Dasar ini.

3.   Meninggal Dunia.

BAB V

ORGANISASI

Pasal 11

Organisasi

Organisasi KPLI-Solo terdiri atas:

1. Rapat Anggota

2. Rapat Anggota Luar Biasa.

3. Pengurus.

Pasal 12

Rapat Anggota

1.   Rapat Anggota merupakan perangkat organisasi tertinggi KPLI-Solo.

2.  Rapat Anggota dilaksanakan 1 (satu) kali dalam setahun dan diselenggarakan oleh Pengurus.

3.   Rapat Anggota berwenang untuk:

(a) Menyusun, mengubah dan atau menetapkan Anggaran Dasar KPLI-Solo.

(b) Menyusun dan menetapkan garis-garis besar program kerja KPLI-Solo untuk masa 1 (satu) tahun yang akan datang.

(c) Menganalisis, mengevaluasi dan memberikan penilaian atas laporan pertanggungjawaban Pengurus.

(d) Memilih dan menetapkan Pengurus. Memeriksa, menyetujui atau menolak laporan keuangan yang dibuat Pengurus.

4.  Peserta Rapat Anggota terdiri atas:

(a) Anggota dengan Hak Bicara , Suara, Memilih dan Dipilih.

(b) Undangan dan peninjau, hanya dengan Hak Bicara.

5. Hak Suara yang dimaksud Ayat 4 Sub-Ayat a dalam Pasal ini tidak dapat  dipindahkan atau diwakilkan kepada pihak lain.

6.  Rapat Anggota dipimpin oleh Pimpinan Rapat yang dipilih oleh peserta Rapat.

7.  Rapat Anggota dianggap sah untuk dilaksanakan bila mencapai quorum, yaitu dihadiri oleh lebih dari ½ (setengah) jumlah Anggota yang hadir.

8.  Dalam hal quorum belum tercapai:

(a) Rapat Anggota dapat ditunda paling lama 2 (dua) kali ½ (setengah) jam.

(b) Bila setelah penundaan, quorum tetap tidak tercapai, Rapat Anggota dapat dilaksanakan oleh peserta yang hadir.

9.  Keputusan Rapat Anggota:

(a) Ditetapkan secara musyawarah untuk mufakat.

(b) Dalam hal terjadi pemungutan suara, keputusan dianggap sah bila didukung oleh suara terbanyak.

Pasal 13

Rapat Anggota Luar Biasa

Rapat Anggota Luar Biasa dapat diselenggarakan berdasarkan pertimbangan atas hal-hal yang amat mendesak bagi kepentingan KPLI-Solo yang tidak dapat ditunda sampai waktu penyelenggaraan Rapat Anggota.

1. Rapat Anggota Luar Biasa dapat diadakan atas permintaan sekurang-kurangnya 2/3 (dua per tiga) jumlah Anggota atau atas permintaan Pengurus yang didukung sekurang-kurangnya ½ (setengah) jumlah Anggota.

2. Keputusan Rapat Anggota Luar Biasa adalah sah dan mempunyai kekuatan hokum yang sama dengan keputusan Rapat Anggota.

3. Tata cara penyelenggaraan Rapat Anggota Luar Biasa sama dengan Rapat Anggota.

Pasal 14

Pengurus

1.   Pengurus KPLI-Solo terdiri atas sekurang-kurangnya 1 (satu) Ketua, 1 (satu) Sekretaris dan 1 (satu) Bendahara.

2.   Masa jabatan Pengurus adalah 2 (satu) tahun terhitung sejak tanggal disahkan oleh Rapat Anggota atau Rapat Anggota Luar Biasa.

3.   Setelah masa jabatan habis, Pengurus dapat dipilih kembali sebanyak-banyaknya 1 (satu) kali lagi masa jabatan.

4.   Pengurus baru harus sudah terbentuk selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari sejak berakhirnya masa jabatan Pengurus lama. Bila Pengurus Baru belum terbentuk, kedudukan Pengurus lama tetap berjalan dengan status demisioner.

Pasal 15

Tugas Pengurus

1. Menyusun tata kerja, perumusan tugas dan ketentuan-ketentuan yang di perlukan dalam menjalankan tugas harian.

2.  Menjabarkan dan melaksanakan program kerja yang diamanatkan oleh Rapat Anggota.

3. Menyusun Laporan Keuangan untuk dipertanggungjawabkan dalam Rapat Anggota berikutnya.

4.  Melaksanakan dan memelihara hubungan kerja dengan organisasi lain, instansi pemerintah dan swasta, baik di Indonesia maupun di luar negeri.

5.  Mengatur, mempersiapkan dan menyelenggarakan Rapat Anggota, Rapat Anggota Luar Biasa dan Rapat-rapat kerja lainnya.

Pasal 16

Kriteria Pengurus

Kriteria Pengurus KPLI-Solo ditentukan sebagai berikut:

1. Warga Negara Indonesia

2. Memiliki jiwa dan sifat kepemimpinan.

3. Memiliki etika dan moral serta tangguh dalam profesionalitas.

4. Memiliki kemampuan/keahlian dan wawasan yang luas tentang GNU/Linux dan teknologi informasi.

5. Merupakan figur yang dapat memberikan keteladanan di kalngan pengguna GNU/Linux.

6. Memiliki komitmen yang kuat terhadap organisasi KPLI-Solo.

BAB VI

KEUANGAN

Pasal 17

Sumber Keuangan

Sumber keuangan KPLI-Solo terdiri atas:

1. Sumbangan-sumbangan yang tidak mengikat.

2. Pendapatan-pendapatan lain yang sah.

Pasal 18

Anggaran Keuangan

Anggaran keuangan direncanakan dan diperhitungkan setiap 1 (satu) tahun.

Pasal 20

Laporan Keuangan

Laporan Keuangan dibuat oleh Pengurus secara periodik setiap 1 (satu) tahun dan pada setiap akhir masa bakti kepengurusan, Pengurus membuat Laporan Posisi Keuangan dan Laporan Aktivitas Keuangan KPLI-Solo untuk  dipertanggungjawabkan kepada Rapat Anggota.

BAB VII

PERUBAHAN

Pasal 22

Perubahan AnggaranDasar

1. Anggaran Dasar KPLI-Solo dapat diubah, disempurnakan atau disesuaikan melalui Rapat Anggota atau Rapat Anggota Luar Biasa sebagaimana dimaksud Pasal 13 dan 14 Anggaran Dasar ini.

2. Keputusan untuk melakukan perubahan Anggaran Dasar dianggap sah apabila disetujui sekurang-kurangnya 2/3 (dua per tiga) Anggota yang mempunyai Hak Suara dan hadir dalam Rapat Anggota atau Rapat Anggota Luar Biasa.

3. Hasil perubahan atas Anggaran Dasar dianggap sah apabila disetujui lebih dari ½ (setengah) Anggota yang mempunyai Hak Suara dan hadir dalam Rapat Anggota atau Rapat Anggota Luar Biasa.

BAB VIII

PEMBUBARAN

Pasal 23

Pembubaran KPLI-Solokarta

1.Pembubaran KPLI-Solo dapat dilaksanakan melalui Rapat Anggota Luar Biasa yang khusus diadakan untuk itu.

2.Apabila terdapat dana/kekayaan lebih saat pembubaran KPLI-Solo, setelah dikurangi hutang dan kewajiban lainnya, agar dimanfaatkan untuk kepentingan pengembangan GNU/Linux di Indonesia.

3.Apabila masih terdapat hutang atau kewajiban lainnya yang harus diselesaikan pada saat pembubaran KPLI-Solo.

BAB IX

PENUTUP

Pasal 24

Peraturan Penutup

1.  Ketentuan pelaksanaan dan hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar ini apabila diperlukan akan ditetapkan oleh Pengurus.

2.  Anggaran Dasar ini mulai berlaku pada tanggal 10 bulan Oktober tahun 2008 dan berlaku sampai waktu yang tak ditentukan.

Ditetapkan di : surakarta

Pada tanggal : 10 Oktober 2009

Oleh : Pengurus KPLI-Solo Periode 2009/2010

3 thoughts on “ANGGARAN DASAR KELOMPOK PENGGUNA LINUX INDONESIA – SOLO (KPLI – SOLO)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s