Penggunaan Kata “KAMI”, “DIA”, “AKU” dan “ALLAH” Dalam Al-Qur’an


Seringkali orang kafir dan setan mencoba mengganggu iman kita dengan bertanya: Mengapa Qur’an sering menggunakan kata “KAMI” untuk ALLAH? Bukankah kami itu bermakna banyak? Apakah itu artinya Qur’an pun mengakui Tuhan itu lebih dari 1?

LANGSUNG SAJA.

Penggunaan kata “KAMI” Di Al-Qur’an Karim it digunakan bahwa Allah SWT tidak bertindak/berkerja sendiri melainkan bersama/menyuruh utusan-utusanNya yaitu para Malaikat, para Nabi dan Rasul, dan makhluk hidup lainya yg Allah Ciptakan sendiri. Contohnya:

1. “Dan telah Kami wahyukan kepadanya perkara itu, yaitu bahwa mereka akan ditumpas habis di waktu subuh.” QS. 15 Hijr: 66.

Sementara penggunaan kata “AKU” “ALLAH” dan “DIA” dalam Al-Qur’an Karim, digunkan untuk perintah langsung kepada ALLAH SWT tidak ada perantara-perantara, seperti memohon ampun/bertobat kepad-Nya, mengungapkan bahwa Dialah Tuhan satu-satunya, agar menyembah kepada-Nya semata. Contoh penggunaan kata AKU dalam Qur’an:
QS. Thaha :11-14:
11. Maka ketika ia datang ke tempat api itu ia dipanggil: “Hai Musa.
12. Sesungguhnya Aku inilah Tuhanmu, maka tanggalkanlah kedua terompahmu; sesungguhnya kamu berada dilembah yang suci, Thuwa.
13. Dan Aku telah memilih kamu, maka dengarkanlah apa yang akan diwahyukan.
14. Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah Shalat untuk mengingat Aku.
Pada ayat-ayat di atas, kata AKU digunakan karena Allah sendiri berfirman langsung kepada Nabi Musa tanpa perantara Malaikat Jibril….

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s