Membuat antena yagi untuk gsm


Internet sangat bermanfaat bagi anda untuk kebutuhan bisnis, usaha ataupun hanya untuk hobi. Untuk anda yang tinggal dikota besar, memang hampir tidak memiliki masalah dengan koneksi internet. Karena banyak pilihan untuk memilih koneksi internet, baik dengan kabel ataupun mobile Broadband. Akan tetapi bagi anda yang tinggal di daerah atau di lokasi yang tidak memungkinkan akses internet dengan kabel, tentu harus memiliki solusi lain.

Salah satu solusi yaitu menggunakan layanan teknologi selular GSM seperti Telkomsel dengan TelkomselFlash, Indosat, dengan IM2, XL, Three dll. Anda bisa juga menggunaka teknologi CDMA EVDO seperti Smart, smartfren, dan FLexi yang menghadirkan berbagai produk Internet Broadband.

Permasalahannya sekarang, Sinyal 3G/ EVDO dari Operator Selular diatas belum mencakup semua lokasi di Indonesia yang begitu luas.  Yang paling banyak tercover biasanya hanya di kota-kota besar, itupun masih bisa terhalang oleh gedung gedung bertingkat. Jika anda kebetulan tinggal di lokasi yang  tidak tercakup layanan 3G/ EVDO, gunakanlah antena penguat sinyal modem untuk mendapatkan akses 3G/EVDO tersebut.

Untuk memberikan kemudahan kepada anda, mari kita buat sendiri aja antena GSM tersebut jika dirasa membeli antena harganya lumayan menguras saldo rekening atau membuat kantong tipis.

berikut ini ukuran antena tersebut :

a

ukuran antena pada tiap2 elemen

Ref 0 mm 171 mm
DE 41 mm 149 mm (2 * 74.5 mm)
D1 79 mm 132 mm
D2 144 mm 127 mm
D3 204 mm 120 mm
D4 258 mm 114 mm

Alokasi Frekuensi Operator GSM di Indonesia


Alokasi frekuensi GSM yang dipakai di Indonesia sama dengan yang dipakai di sebagian besar dunia terutama Eropa yaitu pada pita 900 MHz, yang dikenal sebagai GSM900, dan pada pita 1800 MHz, yang dikenal sebagai GSM1800 atau DCS (Digital Communication System), seperti yang ditunjukkan di Gambar  berikut:

Alokasi frekuensi GSM yang dipakai di sebagian besar negara di dunia, termasuk Indonesia

Frekuensi downlink adalah frekuensi yang dipancarkan oleh BTS-BTS untuk berkomunikasi dengan handphone-handphone pelanggan dan juga menghasilkan apa yang disebut sebagai coverage footprint operator sedangkan frekuensi uplink adalah frekuensi yang digunakan oleh handphone-handphone pelanggan agar bisa terhubung ke jaringan. Continue reading

BTS


Menyikap Seluk Beluk BTS

Sempurna tidaknya sinyak yang diperoleh sebuah ponsel sangat tergantung dengan BTS. Namun, seperti apa sebenarnya cara kerja sebuah BTS?

Bila anda sedang berada di kota-kota besar, semacam Jakarta atau Surabaya Jamak terlihat pemandangan sebuah tower menjulang dan dilengkapi dengan perangkat-perangkat berbentuk piringan, atau benda berbentuk kotak. Terkadang, tower-tower semacam ity tegak berdampingan. Benda serupa, kadang bisa dijumpai juga saat anda berkendara ke luar kota.

Tower seperti itu adalah bagian dari sebuah BTS (base transceiver station). Istilah BTS sendiri sebenarnya sudah menjadi istilah umum bagi pelanggan selular. Baik pelanggan GSM maupun CDMA. Sebab memang BTS-lah komponen jaringan GSM yang pertama kali koneksi dengan ponsel anda.

BTS sendiri sebenarnya terdiri dari tiga bagian utama. Yakni, tower, shelter dan feeder. Dari ketiga komponen utama itu, towerlah yang paling jelas terlihat. Di bawah tower, biasanya ada sebuah bangunan yang biasanya berukuran 3 x 3 meter. Inilah yang disebut shelter. Di dalam terdapat berbagai combiner, module per carrier, core module (module ini(, power supply, fan (kipas) pendingin, dan AC / DC converter. Continue reading